Rabu, 02 Maret 2011

tugas merangkum



·                 BAB II :  TEORI ORGANISASI KLASIK
Dalam bab ini dan bab – bab selanjutnya, akan di bahas perkembangan teori organisasi dan manajemn dari teori klasik sampai sekarang. Konsep – konsep tentang organisasi sebenarnya telah berkembang mulai tahun 1980-an, dan konsep ini sekarang di kenal sebagai teori klasik atau kadang – kadang disebut juga teori tradisional. Sebagai contoh, organisasi yang didasarkan birokarasi dan banyak bagian lain dari teori klasik, telah ada ribuan tahun yang lalu.
Dalam bab ini, organisasi secara umum digambarkan oleh para teoritis klasik sebagai sangat terspesialisasi. Teori klasik memberikan petunjuk “ mekanistik” struktur yang kaku, bukan kreativias. Teori klasik di bagi menjadi tiga aliran yaitu birokrasi, teori administrasi, dan manajemn ilmiah. Kata birokrasi mula – mula berasal dari kata legal – rasional. Weber mengemukakan karakteristik birokrasi adalah sebagai berikut ;
1.      Pembagian kerja yg jelas
2.      Hirarki wewenang yg di rumuskan
3.      Program rasional
4.      Sistem prosedur
5.      Sistem aturan
6.      Hubungan – hubungan antar pribadi
Teori administrasi adalah ilmu bagian kedua dari teori organisasi klasisk. Foyal menyatakan bahwa semua kegiatan industrial dapat dibagi menjadi enam kelompok yaitu :
1.      Kegiatan teknikal
2.      Kegiatan komersial
3.      Kegiatan finansial
4.      Kegiatan keamanan
5.      Kegiatan akuntansi
6.      Kegiatan manajerial












Fayol juga mengemukakan dan membahas empat belas kaidah manajemen yg menjadi dasar perkembangan teori administrasi yang di ringkas sebagai beruikut :
1.      Pembagian kerja
2.      Wewenang dan tanggung jawab
3.      Disiplin
4.      Kesatuan perintah
5.      Kesatuan pengarahan
6.      Mendahulukan kepentingan umum dari pada kepentingan pribadi
7.      Balas jasa
8.      Sentralisasi
9.      Rantai skalar
10.  Aturan
11.  Keadilan
12.  Kelanggengan personalia
13.  Inisiatif
14.  Semangat korps
Disamping itu Fayol memerinci fungsi kegiatan administratif menjadi elemen – elemen yaitu planning, organizing, commanding, coordination, controling.
            Teori klasik hampir sepenuhnya menguraikan anatomi organisasi formal. Adapun definisi oraganisasi formal sebagai berikut :
1.      Sistem kegiatan yg terkoordinasi
2.      Kelompok orang
3.      Kerjasama untuk mencapai tujuan
Dasar – dasar organisasi menurut teori klasik ada empat yaitu kekuasaan, saling melayani, doktrin dan disiplin.

·         BAB III TEORI ORGANISASI NEO KLASIK
Seperti terkandung dalam namanya, teori ini dikembangkan atas dasar teori klasik. Teori klasik sebenarnya bukan merupakan teori baru yang muncul seperti teori klasik. Lebih lanjut, pendekatan neo klasik mencakup uraian sistematis organisasi informal, dan pengaruhnya pada organisasi formal. Oleh karena itu teori ini mengemukakan perlunya partisipasi, perluasan kerja ndan management bottom up.
Pandangan neoklasik terhadap organisasi informal faktor yg dapat menentukan munculnya organisasi informal adalah lokasi, jenis pekerjaan, minat, masalah – masalah khusus. Selama pendekatan menghadpi organisasi informal di pusatkan pada manajemen, cukup beralasan untuk memperkirakan bahwa standar dan norma – norma kelompok informal daoat menyebabkan tidak jalannya kebijaksanaan organisasi informal.



* BAB IV TEORI MODERN
Aliran besar ketiga dalam teori organisasi dan manajemen adalah teori modern. Organisasi dan lingkungannya adalah saling tergantung, masing – masing tergantung pada yang lain sumber. Teori modern itu sendiri memiliki arti multidisplin dengan sumbangan dari berbagai bidang ilmu pengetahuan.
Teori organisasi dan manajemen modern di kembangkan sejak tahun 1950. Teori modern dalam banyak hal mendasar berbeda dengan teori klasik. Pertama, teori klasik memusatkan pandangannya pada analisa dan deskripsi organisasi sedangkan teori modern menekankan pada perpaduan sintetis dan perancangan, menyediakan pemenuhan suatu kebutuhan yg menyeluruh.
Kedua, ilmu pengetahuan klasik telah membicarakan konsep koordinasi, skalar dan vertikal. Teori neoklasik sebenarnya bukan teori, mengubah teori klasik dengan menekankan pentingnya aspek perilaku manusia dalam organisasi. Teori modern bisa disebut sebagai teori organisasi dan manajemen umum memadukan teori klasik dan neoklasik dengan konsep – konsep yang lebih maju. Teori sistem umum merupakan aspek analisis organisasi usaha untuk mengemukakan kaidah – kaidah umum organisasi yg berlaku universal. Tujuan teori sistem umum adalah penciptaan suatu ilmu pengetahuan organisasional universal dengan menggunakan elemen – elemen dan proses umum seluruh sistem sebagai titik awal.
Ada beberapa tingkatan sistem yg harus di integrasikan, Kenneth Boulding mengemukakan klasifikasi tingkat sistem sebagai berikut :
1.      Struktur statik
2.      Sistem dinamik sederhana
3.      Sistem sibernetik
4.      Sistem terbuka
5.      Sistem genetika sosial
6.      Sistem hewani
7.      Sistem manusiawi
8.      Sistem sosial
9.      Sistem transedential
Proses – proses hubungan dalam sistem. Ketiga proses tersebut adalah komunikasi,        berusaha untuk mencapai keseimbangan dan pengambilan keputusan. Tujuan – tujuan organisasi mempunyai tiga tujuan yang saling berhubungan, sperti dalam kasus berbagai sistem kompleks atau hasil akhir saling tergantung. Tujuan itu adalah pertumbuhan, stabilitas dan interaksi.
Berikut ini adalah pendekatan – pendekatan manajemen yaitu proses, perilaku, kuantitatif, sistem dan situasional.




Senin, 28 Februari 2011

JELASKAN APA ITU SARJANA MEMBUMI

Sarjana membumi menurut saya adalah ketika seseorang telah lulus dari perguruan tinggi dapat berparan aktif disegala bidang tidak hanya monoton dalam satu bidang keahlian atau ilmu, contohnya ketika seseorang lulus diperguruan tinggi dia menguasai ilmu komputer dia hanya bekerja dibidang itu-itu saja menurut saya dia bisa bekerja dibidang pertanian dengan cara misalkan dia mengukur tanah dengan menggunakan ilmu komputer, kita dapat menerapkan segala sesuatu yang didapat dari tempat kita belajar sesuai dengan pengetahuan dan kempuannya disegala bidang.

Jumat, 25 Februari 2011

APA MAKNA SUKSES MENURUT ANDA

Arti sukses menurut saya adalah jika seseorang telah manggapai mimpi atau cita-citanya dengan menjadi lebih baik dari sebelumnya. Untuk mencapai kesuksesan, kita harus mempunyai perasaan yang positif mengenai kesuksesan yang pernah kita raih, maka kita akan merasa semakin sukses dan semakin percaya diri dengan cita-cita, visi dan misi hidup kita
Ada pepatah mengatakan : “Sukses akan melahirkan sukses yang lain.” Nah dari pepatah ini kita  dapat mengambil pelajaran, apabila kita semakin mudah untuk melihat kesuksesan kita dari hal-hal yang kecil, maka mudah bagi kita untuk mengumpulkan, mengakumulasikan dan melangkah mencapai sukses yang lebih besar. Percaya dech, dengan sukses kecil-kecil itu, cepat atau lambat sukses yang lebih besar akan menjempu.

Minggu, 20 Februari 2011

BAGAIMANA CARA KIAT BELAJAR DI PERGURUAN TINGGI

Cara belajar di perguruan tinggi sangat berbeda tergantung kita mau memilih yang baik atau yang buruk untuk diri kita. Pada umumnya belajar di perguruan tinggi memerlukan kemandirian dan kedisplinan. Waktu di SMA atu di SMP mungkin guru lebih sering memperhatika kita kalo kita tidak membuat pr, tugas atau yang lain nya tapi di dalam perkuliahan sangat berberda setiap peserta kuliah dituntut untuk aktif berpartisipasi tidak hanya datang untuk mencatat bahan kuliah tetapi juga untuk berlatih dan berdiskusi dalam rangka memahami materi yang diajarkan. Ada sedikit informasi dari dosen dan pengalaman saya dalam kuliah karna saya juga baru semester 2 kuliah.
-  Cintai dan sayangilah dosen anda ini adalah langkah pertama dan teramat penting dalam perkuliahan. Sebenci apapun kita dengan materi yang bakal dipelajari tapi jika kita senang/segan dengan dosennya Insya Allah materinyapun akan senang kita pelajari.
- Jangan sampe telat kalau masuk jam pelajaran karena bisa membuat anda tertinggal dan tidak mengerti apa yang sedang dibahas oleh dosen.
- Memperhatikan dosen saat dia menerangkan (boleh sekali-sekali bercanda tapi gk boleh sering!)
- Kerjain tugas dengan baik
- Belajaar dirumah bahan-bahan kuliah nya
- dan yang paling penting  Berdoa setelah melakukan usaha dengan kerja keras dan maksimal, berdoa dan bertawakallah karena pada akhirnya semua yang menentukan adalah Allah SWT pemilik dari semua ini.

Jumat, 07 Januari 2011

MOTIVASI

Motivasi

·    Menurut Stanley Vance (1982): Motivasi pada hakikatnya adalah perasaan atau keinginan seseorang yang berada dan bekerja pada kondisi tertentu untuk melaksanakan tindakan-tindakan yang menguntungkan dilihat dari perspektif pribadi dan terutama organisasi.

·    Menurut T. Hani Handoko (2003): Motivasi adalah keadaan pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan tertentu guna mencapai tujuan

·    Menurut Robert Dubin (1985): Motivasi adalah kekuatan kompleks yang membuat seseorang berkeinginan memulai dan menjaga kondisi kerja dalam organisasi.

·    Menurut Prof. Dr. Sudarwan Danim (2004): Motivasi adalah setiap kekuatan yang muncul dari dalam diri individu untuk mencapai tujuan atau keuntungan tertentu di lingkungan dunia kerja atau di pelataran kehidupan pada umumnya.

·    Menurut A. Anwar Prabu Mangkunegara (2002): Motivasi adalah kondisi yang berpengaruh membangkitkan, mengarahkan dan memelihara perilaku yang berhubungan dengan lingkungan kerja.

          Dari pengertian-pengertian motivasi yang telah disebutkan sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa motivasi merupakan suatu keadaan atau kondisi yang mendorong, merangsang atau menggerakan seseorang untuk melakukan sesuatu atau kegiatan yang dilakukannya sehingga ia dapat mencapai tujuannya.
 
 
Unsur-unsur Motivasi


1.    Tujuan.
Manusia adalah makhluk bertujuan, meski tidak ada manusia yang mempunyai tujuan yang benar-benar sama. Demikian juga sama halnya dengan organisasi. Idealnya semua manusia organisasional memiliki motivasi tinggi dan ada kesadaran dalam diri mereka bahwa tujuan organisasi adalah bagian dari tugas keorganisasian dan juga tujuan hidupnya. Manusia organisasional yang memiliki motivasi tinggi senantiasa sadar bahwa antara tujuan dirinya dengan tujuan organisasi sama sekali tidak terpisahkan atau kalaupun terpisah, tidak terlalu senjang. Sadar bahwa dia membutuhkan organisasi, dan sadar pula bahwa organisasi membutuhkan dirinya.

2.    Kekuatan dari Dalam Diri Individu.
Manusia adalah insan yang memiliki energi, apakah itu energi fisik, otak, mental dan spiritual dalam arti luas. Kekuatan ini berakumulasi dan menjelma dalam bentuk dorongan batin seseorang untuk melakukan sesuatu dengan baik dan benar. Manusia organisasional bekerja dalam organisasi semata-mata karena rasa terpanggil untuk berbuat, tanpa mengingkari ada maksud-maksud yang ingin dicapai dari pekerjaan itu. Perilaku atau perbuatan sehari-hari dari manusia semacam ini berlangsung secara rutin, sengaja dan bersahaja.

3.    Keuntungan.
Manusia bekerja ingin mendapatkan keuntungan adalah manusiawi, meski harus dihindari sikap yang hanya ingin bekerja manakala ada keuntungan langsung (direct profit) yang akan diperolehnya. Rasa dekat terhadap kebutuhan, keinginan memperoleh imbalan, rasa ingin meningkatkan diri dan seperangkat keinginan mencari keuntungan adalah bagian yang tidak terpisahkan dari keseluruhan aktivitas manusia. Namun keinginan untuk mendapatkan keuntungan ini akan menjadi bahaya bagi manusia organisasional, jika dia bekerja semata-mata karena dilihat dari dimensi untung-ruginya saja.
Tipe-tipe Motivasi
Secara umum motivasi dapat diklasifikasikan ke dalam empat (4) jenis:


1.    Motivasi Positif
      “Bekerjalah dengan baik! Kalau nanti target keuntungan tercapai, anda akan diberi bonus.”
      Statement ini merupakan bentuk nyata dari inisiatif membangkitkan manusia untuk mencari keuntungan-keuntungan tertentu. Manusia bekerja di dalam organisasi jika dia merasakan bahwa setiap upaya yang dilakukannya akan memberikan keuntungan tertentu. Dengan demikian, motivasi positif merupakan proses pemberian motivasi di mana hal itu diarahkan pada usaha untuk mempengaruhi orang lain agar dia bekerja secara baik dan antusias dengan cara memberikan keuntungan tertentu kepadanya.

      Contoh Motivasi Positif:
      Imbalan yang menarik, informasi tentang pekerjaan, kedudukan/jabatan, kondisi kerja, pemberian tugas berikut tanggung jawabnya, pemberian kesempatan untuk tumbuh dan berkembang.


2.  Motivasi Negatif
      “Siapa saja yang sering terlambat datang atau sering membolos, akan dipotong gajinya.Dengan perilaku seperti itu, jangan berharap anda akan dipromosikan.”
      Ini merupakan contoh motivasi negatif. Motivasi negatif sering dikatakan sebagai motivasi yang bersumber dari rasa takut, misalnya, Jika anda tidak bekerja akan muncul rasa takut dikeluarkan, takut tidak diberi gaji, dan takut dijauhi oleh rekan kerja.
     
      Motivasi negatif yang berlebihan akan membuat organisasi tidak mampu mencapai tujuan. Personalia organisasi menjadi tidak kreatif, serba takut, dan serba terbatas geraknya.

3.    Motivasi dari Dalam
      “Saya bekerja karena terpanggil untuk itu! Ada atau tidak ada pimpinan di tempat, saya akan tetap bekerja sesuai dengan target dan tanggung jawab saya!”

      Statement ini mencerminkan kuatnya motivasi dari dalam yang terkandung pada diri karyawan. Motivasi dari dalam timbul pada diri pekerja waktu dia menjalankan tugas-tugas atau pekerjaan dan bersumber dari dalam diri pekerja itu sendiri. Dengan demikian berarti juga bahwa kesenangan pekerja muncul pada waktu dia bekerja dan dia sendiri menyenangi pekerjaan itu. Manusia seperti ini jarang cingcong  atau menggerutu. Baginya bekerja adalah suatu kewajiban, bagaikan makan sebagai kebutuhan.


4.  Motivasi dari Luar
      Motivasi dari luar adalah motivasi yang muncul sebagai akibat adanya pengaruh yang ada di luar pekerjaan dan dari luar diri pekerja itu sendiri. Motivasi dari luar biasanya dikaitkan dengan imbalan.

      Contoh:
      Kesehatan, kesempatan cuti, program rekreasi perusahaan,dll.


Kepemimpinan dan Motivasi

Kepemimpinan dan motivasi merupakan dua hal yang berbeda, meski memiliki tautan dalam konteks kerja dan interaksi antar-manusia organisasional.

            Keith Davis mengemukakan bahwa tanpa kepemimpinan, organisasi hanya merupakan kelompok manusia yang kacau, tidak teratur, dan tidak akan dapat melahirkan perilaku bertujuan. Kepemimpinan adalah faktor manusiawi yang mengikat suatu kelompok bersama dan memberinya motivasi menuju tujuan-tujuan tertentu, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Ini berarti antara kepemimpinan dengan motivasi memiliki ikatan yang kuat.

Dari rumusan tadi, keterkaitan antara kepemimpinan dengan motivasi dapat dianalisis sebagai berikut:

1.     Tanpa kepemimpinan, organisasi tidak lain adalah sekelompok manusia yang kacau
Manusia organisasional, baik dalam kapasitas masing-masing dan terutama sebagai anggota kelompok, dituntut dapat memacu upaya pencapaian tujuan organisasi yang sekaligus bagian dari tujuan dirinya. Kehadiran pemimpin memungkinkan manusia organisasional dimotivasi untuk dapat bekerja secara efektif dan efisien. Kelompok dengan sistem yang kurang padu dapat menurunkan produktifitas organisasi. Atas dasar itu, manusia organisasi perlu diarahkan dan dimotivasi oleh pemimpinnya agar dapat bekerja secara efektif dan efisien, dengan akuntabilitas tertentu.

2.    Kepemimpinan berkaitan dengan kepengikutan
Kepengikutan (followership) adalah bagian yang paling  dalam usaha melahirkan perilaku organisasi yang sesungguhnya. Bahkan ada yang mengatakan bahwa pada hakikatnya kepemimpinan adalah kepengikutan (leadership is follower). Istilah ini adakalanya diberi makna luas, bahwa pemimpin yang baik dihasilkan dari pengikut yang baik. Manusia pengikut di sini tidak dapat dipersepsi sebagai robot, melainkan mereka adalah manusia biasa yang memiliki perasaan, kebutuhan, harapan, dan aspek manusiawi lainnya. Tanpa pemahaman terhadap aspek-aspek manusiawi yang dipimpin, kepemimpinan akan gagal.

3.    Kepemimpinan mengandung arti kemampuan memotivasi.
Kompetensi bawahan antara lain tercermin dari motivasi kerjanya. Dia bekerja disebabkan oleh dua kemungkinan, yaitu benar-benar terpanggil untuk berbuat atau karena diharuskan untuk melakukan tugas-tugas itu. Banyak faktor yang mempengaruhi motivasi manusia dalam bekerja, antara lain bahwa manusia mempunyai seperangkat kebutuhan, mulai dari kebutuhan yang paling dasar (biologis) sampai kepada taraf kebutuhan paling tinggi, aktualisasi diri. Salah satu faktor yang mempengaruhi motivasi kerja seseorang adalah gaya kepemimpinan. Dengan demikian, kepemimpinan dapat pula berarti kemampuan memberi motivasi kepada bawahan.
 
 
http://agungpia.multiply.com/journal/item/62/Motivasi_Unsur_Tipe_dan_Tautannya_dengan_Kepemimpinan





Manajemen Sumber Daya Manusia

Manajemen sumber daya manusia

 

Manajemen sumber daya manusia, disingkat MSDM, adalah suatu ilmu atau cara bagaimana mengatur hubungan dan peranan sumber daya (tenaga kerja) yang dimiliki oleh individu secara efisien dan efektif serta dapat digunakan secara maksimal sehingga tercapai tujuan (goal)bersama perusahaan,karyawan dan masyarakat menjadi maksimal. MSDM didasari pada suatu konsep bahwa setiap karyawan adalah manusia - bukan mesin - dan bukan semata menjadi sumber daya bisnis. Kajian MSDM menggabungkan beberapa bidang ilmu seperti psikologi, sosiologi, dll.
Unsur MSDM adalah manusia.
Manajemen sumber daya manusia juga menyangkut desain dan implementasi sistem perencanaan, penyusunan karyawan, pengembangan karyawan, pengelolaan karier, evaluasi kinerja, kompensasi karyawan dan hubungan ketenagakerjaan yang baik. Manajemen sumber daya manusia melibatkan semua keputusan dan praktek manajemen yang mempengaruhi secara lansung sumber daya manusianya.

Tujuan Manajemen Sumber Daya Manusia

Manajemen Sumber Daya Manusia diperlukan untuk meningkatkan efektivitas sumber daya manusia dalam organisasi. Tujuannya adalah memberikan kepada organisasi satuan kerja yang efektif. Untuk mencapai tujuan ini, studi tentang manajemen personalia akan menunjukkan bagaimana seharusnya perusahaan mendapatkan, mengembangkan, menggunakan, mengevaluasi, dan memelihara karyawan dalam jumlah (kuantitas) dan tipe (kualitas) yang tepat.
Manajemen sumber daya manusia adalah suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang aktivitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan. Bagian atau unit yang biasanya mengurusi sdm adalah departemen sumber daya manusia atau dalam bahasa inggris disebut HRD atau human resource department. Menurut A.F. Stoner manajemen sumber daya manusia adalah suatu prosedur yang berkelanjutan yang bertujuan untuk memasok suatu organisasi atau perusahaan dengan orang-orang yang tepat untuk ditempatkan pada posisi dan jabatan yang tepat pada saat organisasi memerlukannya.

Peran, Fungsi, Tugas dan Tanggung Jawab Departemen Sumber Daya Manusia

Perencanaan

Melakukan persiapan dan seleksi tenaga kerja (Preparation and selection)
Persiapan. Dalam proses persiapan dilakukan perencanaan kebutuhan akan sumber daya manusia dengan menentukan berbagai pekerjaan yang mungkin timbul. Yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan perkiraan/forecast akan pekerjaan yang lowong, jumlahnya, waktu, dan lain sebagainya. Ada dua faktor yang perlu diperhatikan dalam melakukan persiapan, yaitu faktor internal seperti jumlah kebutuhan karyawan baru, struktur organisasi, departemen yang ada, dan lain-lain. Faktor eksternal seperti hukum ketenagakerjaan, kondisi pasa tenaga kerja, dan lain sebagainya.

Rekrutmen & Seleksi

  1. Rekrutmen tenaga kerja/Recruitment. Rekrutmen adalah suatu proses untuk mencari calon atau kandidat pegawai, karyawan, buruh, manajer, atau tenaga kerja baru untuk memenuhi kebutuhan sdm oraganisasi atau perusahaan. Dalam tahapan ini diperlukan analisis jabatan yang ada untuk membuat deskripsi pekerjaan/job description dan juga spesifikasi pekerjaan/job specification.
  2. Seleksi tenaga kerja/Selection. Seleksi tenaga kerja adalah suatu proses menemukan tenaga kerja yang tepat dari sekian banyak kandidat atau calon yang ada. Tahap awal yang perlu dilakukan setelah menerima berkas lamaran adalah melihat daftar riwayat hidup/cv/curriculum vittae milik pelamar. Kemudian dari cv pelamar dilakukan penyortiran antara pelamar yang akan dipanggil dengan yang gagal memenuhi standar suatu pekerjaan. Lalu berikutnya adalah memanggil kandidat terpilih untuk dilakukan ujian test tertulis, wawancara kerja/interview dan proses seleksi lainnya.

Pelatihan, Pengembangan & Penilaian Prestasi

  1. Pengembangan dan evaluasi karyawan (Development and evaluation). Tenaga kerja yang bekerja pada organisasi atau perusahaan harus menguasai pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggungjawabnya. Untuk itu diperlukan suatu pembekalan agar tenaga kerja yang ada dapat lebih menguasai dan ahli di bidangnya masing-masing serta meningkatkan kinerja yang ada. Dengan begitu proses pengembangan dan evaluasi karyawan menjadi sangat penting mulai dari karyawan pada tingkat rendah maupun yang tinggi.
  2. Memberikan kompensasi dan proteksi pada pegawai (Compensation and protection). Kompensasi adalah imbalan atas kontribusi kerja pegawai secara teratur dari organisasi atau perusahaan. Kompensasi yang tepat sangat penting dan disesuaikan dengan kondisi pasar tenaga kerja yang ada pada lingkungan eksternal. Kompensasi yang tidak sesuai dengan kondisi yang ada dapat menyebabkan masalah ketenaga kerjaan di kemudian hari atau pun dapat menimbulkan kerugian pada organisasi atau perusahaan. Proteksi juga perlu diberikan kepada pekerja agar dapat melaksanakan pekerjaannya dengan tenang sehingga kinerja dan kontribusi perkerja tersebut dapat tetap maksimal dari waktu ke waktu. Kompensasi atau imbalan yang diberikan bermacam-macam jenisnya yang telah diterangkan pada artikel lain pada situs organisasi.org ini.

Promosi, Pemindahan dan Pemisahan

  1. Promosi adalah sebuah jenis transfer yang meliputi penugasan kembali seorang pegawai pada sebuah posisi yang kemungkinan besar diberikan pembayaran yang lebih tinggi dan tanggung jawab, hak dan kesempatan yang lebih besar. Demosi, kadang-kadang disebut transfer ke bawah, adalah sebuah jenis transfer meliputi pemotongan pembayaran, hak dan kesempatan.
  2. Pemisahan, disebut juga pemberhentian, bahkan sering disebut downsizing, adalah perpindahan sementara atau tidak definitif seorang pegawai dari daftar gaji. Umumnya adalah untuk mengurangi kelebihan beban biaya tenaga kerja dan permasalahan keuangan perusahaan semakin serius.
  3. Terminasi adalah tindakan manajemen berupa pemisahan pegawai dari organisasi karena melanggar aturan organisasi atau karena tidak menunjukkan kinerja yang cukup.
  4. Pemberhentian sukarela adalah pemisahan pegawai dari organisasi atas inisiatif organisasi atau kemauan pegawai sendiri.
  5. Pengunduran diri adalah pemisahan pegawai yang telah menyelesaikan masa kerja maksimalnya dari organisasi atau umumnya di kenal dengan istilah pensiun.

Sumber
  • Handoko, T.H.(1987). Manajemen Personalia & Sumber Daya Manusia. Edisi ke-2. Yogyakarta:PBFE Universitas Gadjah Mada.
  • Siagian, Sondang P. (2006), Manajemen Sumber Daya Manusia, Cetakan ketiga belas, Bumi Aksara, Jakarta.
  • Saydam, Gouzali, (2000), Manajemen Sumber Daya Manusia : Suatu pendekatan Mikro (Dalam Tanya Jawab), Cetakan kedua, Djambatan, Jakarta
  • Hariandja, Marihot Tua Efendi, (2005), Manajemen Sumber Daya Manusia : Pengadaan, Pengembangan, Pengkompensasian, dan Peningkatan Produktivitas Pegawai, Cetakan ketiga, PT Grasindo, Jakarta.

Kamis, 30 Desember 2010

KOORDINASI

PengertianKoordinasi
Koordinasi didefinisikan sebagai proses pengintegrasian ( penyatuan) tujuan dan kegiatan perusahaan pada satuan yang terpisah dalam suatuorganisasi untuk mencapai tujuan organisasi secara efisien.
Koordinasi dibutuhkan sekali oleh para karyawan, sebab tanpakoordinasi setiap karyawan tidak mempunyai pegangan mana yang harus diikuti,yang akhirnya akan merugikan organisasi itu sendiri.
Pedoman Koordinasi
1. Koordinasi harus terpusat,sehingga ada unsur pengendalian guna menghindari tiap bagian bergeraksendiri-sendiri yang merupakan kodrat yang telah ada dalam setiap bagian, ingatbahwa organisasi merupakan kumpulan dari orang-orang yang punya kebutuhan dankeinginan berbeda.
2. Koordinasi harus terpadu,keterpaduan pekerjaan menunjukkan keadaan yang saling mengisi dan memberi.
3. Koordinasi harus berkesinambungan,yaitu rangkaian kegiatan yang saling menyambung, selalu terjadi, selaludiusahakan dan selalu ditegaskan adanya keterkaitan dengan kegiatan sebelumnya.
4. Koordinasi harus menggunakanpendekatan multi instansional, dengan ujud saling memberikan informasi yangrelevan untuk menghindarkan saling tumpang tindih tugas yang satu dengan tugas yang lain.

Masalah – masalah pencapaian koordinasi yang efektif
Empat tipe perbedaan dalam sikap dan cara kerja di antara bermacam-macam individu dan departemen-departemen dalam organisasi menurut Paul R. Lawrence dan Jay W. Lorch adalah:
1. Perbedaan dalam orientasi terhadap tujuan tertentu.
Para anggota dari departemen yang berbeda mengembangkan pandangan-pandangan mereka sendiri tentang bagaimana cara mencapai kepentingan organisasi yang baik.
1. Perbedaan dalam oriantasi waktu
Manajer akan lebih memperhatikan masalah-masalah yang harus dipecahkan segera atau dalam periode waktu pendek. Bagian penelitian dan pengembangan lebih terlibat dengan masalah-masalah jangka panjang.
1. Perbedaan dalam orientasi antar pribadi.
Kegiatan produksi memerlukan komunikasi dan pembuatan keputusan yang cepat agar prosesnya lancar, sedang bagian penelitian dan pengembangan mungkin dapat lebih santai dan setiap orang dapat mengemukakan pendapat serta berdiskusi satu dengan yang lain.
1. Perbedaan dalam formalitas struktur.
Setiap tipe satuan dalam organisasi mungkin mempunyai metoda-metoda dan standar-standar yang berbeda untuk mengevaluasi program terhadap tujuan dan untuk balas jasa bagi karyawan

Pendekatan – pendekatan untuk mencapai koordinasi yang efektif
Komunikasi adalah kunci koordinasi yang efektif. Koordinasi secara langsung tergantung pada perolehan, penyebaran dan pemrosesan informasi. Semakin besar ketidakpastian tugas yang dikoordinasi, semakin membutuhkan informasi. Pada dasarnya koordinasi merupakan pemrosesan informasi


http://nti0402.wordpress.com/2010/01/01/koordinasi-yang-efektif-dalam-organisasi/